


Surabaya — Pelaksanaan Latsar CPNS Kementerian Agama di Jawa Timur resmi berakhir dengan ditutupnya Gelombang XIII sebagai gelombang terakhir. Penutupan Gelombang XIII yang diikuti oleh 232 peserta ini dilaksanakan selama dua hari, Kamis–Jumat (11–12/12/25), sekaligus menandai tuntasnya seluruh rangkaian Latsar CPNS Kemenag di Jawa Timur dengan total peserta mencapai 2.073 orang.
Plt. Kepala Balai Diklat Keagamaan Surabaya, Muslimin, menyampaikan rasa bangga dan syukur atas keberhasilan seluruh peserta dalam menyelesaikan tahapan pembentukan dasar aparatur sipil negara tersebut. “Saya bangga dan bersyukur akhirnya 2.073 peserta Latsar CPNS Kemenag di Jawa Timur ini bisa menyelesaikan Latsar semuanya,” ujarnya saat mengawali sambutan penutupan.
Muslimin menegaskan bahwa keberhasilan menyelesaikan Latsar bukanlah akhir, melainkan awal pengabdian sebagai ASN Kementerian Agama. Ia menekankan bahwa kecerdasan intelektual harus diiringi dengan integritas serta sikap perilaku yang mencerminkan nilai-nilai keagamaan.
“Kecerdasan belum cukup tanpa integritas dan sikap perilaku. ASN harus mampu menciptakan suasana kerja yang kondusif, saling membantu, dan menyayangi. Kerja adalah tanggung jawab pribadi yang harus dijalankan secara profesional dan loyal terhadap instansi,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa ASN Kemenag memiliki peran strategis sebagai penjaga moral bangsa. Oleh karena itu, setiap pegawai dituntut untuk menjaga sikap, baik di dunia nyata maupun di ruang digital. Menurutnya, para peserta Latsar merupakan generasi penerus yang akan menentukan citra Kemenag di masa depan.
Dalam aspek pelayanan publik, Muslimin menekankan bahwa pelayanan merupakan “produk utama” ASN Kemenag. Ia mengajak para peserta untuk menghadirkan pelayanan yang cepat, tepat, dan profesional guna meningkatkan kepercayaan masyarakat.
“Kita harus mengangkat citra baik Kemenag dan menghilangkan stigma negatif di masyarakat. Niat baik harus disertai komunikasi yang baik. Layani masyarakat dengan senyuman, agar mereka pulang juga dengan senyuman,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Muslimin menegaskan pentingnya pengembangan kompetensi berkelanjutan. Ia mendorong ASN Kemenag untuk terus belajar dan tidak terjebak dalam zona nyaman, baik melalui pendidikan formal maupun kegiatan pengembangan kapasitas lainnya.
“Orang terpelajar adalah pemilik masa lalu, sedangkan orang yang terus belajar adalah pemilik masa depan. Semua jabatan harus unggul. Selain itu, ASN Kemenag juga harus membekali diri dengan pengetahuan agama, karena persepsi masyarakat menempatkan kita sebagai rujukan keagamaan,” pungkasnya.
Penutupan Latsar CPNS Gelombang XIII ini sekaligus menjadi momentum awal bagi 2.073 ASN Kemenag di Jawa Timur untuk mengimplementasikan nilai-nilai dasar ASN, memperkuat integritas, serta menghadirkan pelayanan publik yang berkarakter, humanis, dan profesional.
Publish: Mutia