


Menjelang pergantian tahun, Achmad Zanuar Ansori, Widyaiswara BDK Surabaya, mengajak seluruh pegawai BDK Surabaya untuk melakukan refleksi diri sebagai upaya menilai kembali kinerja, sikap, dan tanggung jawab yang telah dijalankan sepanjang tahun. Ajakan tersebut disampaikan saat apel pagi BDK Surabaya pada Senin, 15 Desember 2025.
Refleksi tersebut menjadi momentum penting untuk mengenali capaian, memahami kekuatan diri, serta menyadari berbagai kekurangan yang perlu diperbaiki ke depan, sehingga setiap pegawai dapat belajar dari pengalaman agar kesalahan yang sama tidak terulang kembali. “Sebaik-baik kesalahan adalah kesalahan yang tidak diulang, dan sebaik-baik manusia adalah yang mampu belajar dari kesalahannya,” ujar Zanuar.
Dalam amanatnya selaku pembina apel, Zanuar mengaitkan ajakan refleksi tersebut dengan konsep pembelajaran mendalam dalam Kurikulum Merdeka. Ia menjelaskan bahwa dalam Kurikulum Merdeka terdapat konsep pengalaman belajar yang melalui tiga tahapan utama, yaitu memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan, yang saling berkaitan dalam membentuk proses pembelajaran yang utuh.
Lebih lanjut, Zanuar menekankan bahwa tahapan refleksi memiliki peran penting karena membantu seseorang menilai kembali proses yang telah dijalani. Dalam konteks pembelajaran, guru mengajak peserta didik untuk merefleksikan apa saja yang telah dilakukan selama proses belajar serta apa yang telah diperoleh dari pembelajaran tersebut. Melalui refleksi, peserta didik dapat mengenali hal-hal yang sudah dikuasai, memahami kekuatan diri, sekaligus menyadari kelemahan yang masih perlu diperbaiki.
Zanuar menegaskan bahwa dalam konteks sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), prinsip refleksi tersebut masih relevan untuk diterapkan. Terlebih menjelang akhir tahun, ASN perlu merefleksikan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab yang telah diemban. Dengan refleksi, ASN diharapkan mampu mempertahankan hal-hal yang telah berjalan baik serta memperbaiki kekurangan agar tidak terulang di masa mendatang.
Melalui apel pagi ini, ASN BDK Surabaya diharapkan dapat membiasakan refleksi diri sebagai bagian dari budaya kerja. Refleksi tidak hanya menjadi bagian dari konsep pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka, tetapi juga menjadi sarana untuk terus meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan.
Publish: Dewi