


Surabaya — Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya menggelar rapat persiapan pelaksanaan kegiatan tahun 2026 pada Kamis (8/1/2026). Rapat yang berlangsung di lingkungan BDK Surabaya ini diikuti oleh seluruh pegawai sebagai langkah awal penyelarasan program strategis lembaga.
Kepala BDK Surabaya, Muchammad Toha, secara resmi membuka rapat tersebut. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya perencanaan yang matang agar seluruh program yang dilaksanakan pada 2026 benar-benar menjawab kebutuhan peningkatan kompetensi aparatur dan selaras dengan kebijakan Kementerian Agama.
Sementara itu, rapat dipimpin oleh Kepala Subbagian Tata Usaha BDK Surabaya, Anton Sasono. Ia menjelaskan bahwa rapat ini menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi dan merumuskan langkah konkret pelaksanaan program tahun 2026.
“Perencanaan kegiatan 2026 harus disusun secara cermat, berbasis kebutuhan riil, dan berorientasi pada hasil. Dengan demikian, setiap pelatihan yang dilaksanakan dapat tepat sasaran dan memberikan dampak nyata,” ujar Anton Sasono.
Anton juga menyampaikan bahwa selain membahas rencana pelatihan, rapat ini turut menyoroti pengembangan kompetensi internal pegawai BDK Surabaya. Menurutnya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia merupakan kunci dalam menjaga kualitas layanan kediklatan.
“Kita tidak hanya berbicara tentang peserta pelatihan, tetapi juga penguatan kompetensi pegawai internal agar mampu beradaptasi dengan tantangan dan dinamika tugas ke depan,” tambahnya.
Dalam rapat tersebut, para pegawai juga membahas program penghijauan kantor sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, sehat, dan berkelanjutan. Langkah ini dinilai sejalan dengan komitmen BDK Surabaya dalam membangun suasana kerja yang produktif dan ramah lingkungan.
Melalui rapat persiapan ini, BDK Surabaya berharap seluruh program kegiatan tahun 2026 dapat terlaksana secara terencana, efektif, dan memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Agama.
Penulis: Mutia