


Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya menggelar apel Senin pagi 19 Januari 2026 yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Apel diikuti oleh seluruh ASN di lingkungan BDK Surabaya, serta dihadiri langsung oleh Kepala BDK Surabaya, Dr. H. Muchammad Toha, M.Si., dan Kasubbag TU BDK Surabaya, Anton Sasono, S.E., M.AB.
Bertindak sebagai pembina apel, Dr. Agus Akhmadi menyampaikan pesan reflektif sekaligus motivatif di awal tahun, yang menekankan pentingnya memperkuat orientasi ibadah, profesionalisme, dan transformasi layanan di lingkungan Balai Diklat Keagamaan.
Dalam amanatnya, Dr. Agus Akhmadi mengajak seluruh ASN untuk mensyukuri nikmat kehidupan, iman, dan kesehatan sebagai modal utama dalam meningkatkan kinerja. Ia menegaskan bahwa kehadiran pemimpin baru dan semangat baru di tahun ini merupakan anugerah yang harus direspons dengan upaya perbaikan berkelanjutan demi mewujudkan BDK Surabaya yang semakin profesional dan unggul.
“Balai Diklat memiliki fungsi strategis dalam membangun sumber daya manusia. Karena itu, kita harus terus melakukan perbaikan agar layanan kita semakin berkualitas dan berdampak,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi, khususnya pemanfaatan layanan berbasis digital dan kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, penguasaan teknologi merupakan keniscayaan agar layanan kediklatan semakin efektif, cepat, dan terintegrasi. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa transformasi digital harus tetap dibarengi dengan pelayanan yang humanis, tulus, dan berorientasi pada nilai-nilai keagamaan.
Dalam perspektif spiritual, Dr. Agus Akhmadi mengajak ASN untuk menata kembali orientasi kerja sebagai bagian dari ibadah, sebagaimana pesan Al-Qur’an agar manusia mencari kebahagiaan akhirat tanpa melupakan tanggung jawab di dunia. Ia menekankan bahwa seluruh aktivitas kedinasan hendaknya diarahkan untuk menghadirkan kemaslahatan, keadilan, dan moderasi dalam setiap layanan kediklatan.
Ia juga menyinggung pentingnya penguatan atmosfer religius di lingkungan BDK Surabaya, termasuk kepedulian terhadap kehidupan ibadah peserta diklat, agar keberadaan Balai Diklat Keagamaan benar-benar terasa sebagai ruang pembinaan keilmuan sekaligus spiritual.
Apel Senin pagi ini menjadi momentum penguatan komitmen seluruh ASN BDK Surabaya untuk terus meningkatkan kualitas layanan, mengintegrasikan teknologi dengan nilai-nilai keagamaan, serta menghadirkan pelayanan yang adil, moderat, dan berorientasi pada kemanfaatan.
Penulis: Alia