
Surabaya — Penegasan agar aparatur sipil negara tidak bekerja secara biasa-biasa saja mengemuka dalam sesi pembelajaran Latsar CPNS KPU Jawa Timur yang digelar secara daring pada Selasa (21/04/2026). Pesan tersebut disampaikan oleh M. Arskal Salim, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, di hadapan peserta dari tiga angkatan yang mengikuti kegiatan dari Aula BDK Surabaya.
Dalam paparannya, Prof. Arskal menekankan bahwa CPNS tidak cukup hanya memahami konsep, tetapi harus mampu menerjemahkannya menjadi aksi nyata. Ia mengingatkan bahwa paradigma “kerja biasa” harus ditinggalkan, karena ASN dituntut menjadi penggerak utama dalam mewujudkan agenda pembangunan nasional yang terangkum dalam Asta Cita.
“Asta Cita bukan sekadar dokumen atau wacana, tetapi harus menjadi arah kerja yang diwujudkan dalam kinerja nyata. ASN harus hadir sebagai solusi, bukan sekadar menjalankan rutinitas,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa delapan agenda prioritas dalam Asta Cita mencakup penguatan ideologi Pancasila, pembangunan sumber daya manusia, hilirisasi ekonomi, hingga reformasi birokrasi dan penegakan hukum. Seluruh aspek tersebut membutuhkan peran aktif ASN yang adaptif, inovatif, dan berintegritas.
Prof. Arskal juga menyoroti pentingnya perubahan pola pikir bagi CPNS KPU. Menurutnya, tantangan ke depan menuntut ASN yang tidak hanya profesional secara administratif, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata melalui kerja yang kolaboratif dan berorientasi hasil.
Kegiatan ini diikuti oleh peserta Latsar CPNS KPU Jawa Timur dari tiga angkatan yang secara bersama-sama menyimak materi dengan antusias. Meskipun dilaksanakan secara daring, suasana pembelajaran tetap berlangsung interaktif dan penuh perhatian.
Melalui sesi ini, peserta diharapkan mampu meninggalkan pola kerja yang monoton dan mulai bertransformasi menjadi ASN yang progresif, responsif, serta berperan aktif dalam menggerakkan Asta Cita demi kemajuan bangsa dan negara.
Penulis: Alia