
Surabaya (11/2/2026) — Sekretaris Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama RI memberikan pembinaan kepada pegawai Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya pada Rabu, 11 Februari 2026, bertempat di Ruang Meeting Gedung B BDK Surabaya.
Kegiatan pembinaan tersebut diterima langsung oleh Kepala BDK Surabaya, Dr. H. Muchammad Toha, S.Ag., M.Si., serta dihadiri para widyaiswara dan seluruh karyawan BDK Surabaya.
Dalam arahannya, Sesban menekankan pentingnya implementasi nyata program strategis Kementerian Agama, khususnya penguatan eko-teologi yang saat ini menjadi salah satu fokus kebijakan Menteri Agama dan dipimpin oleh Badan Moderasi Beragama sebagai leading sector.
Ia mengingatkan bahwa eko-teologi tidak boleh berhenti pada tataran wacana, pelatihan, atau slogan semata, melainkan harus tercermin dalam perubahan perilaku sehari-hari di lingkungan kerja.
“Jika kita berbicara tentang Kemenag Berdampak dan eko-teologi, pertanyaannya adalah: apa yang berubah dari perilaku kita?” tegasnya.
Sebagai contoh konkret, ia menyoroti kebiasaan penggunaan plastik sekali pakai serta pengelolaan sampah di lingkungan kantor. Menurutnya, konsistensi perilaku dalam hal-hal kecil menjadi wujud nyata dukungan terhadap kebijakan yang sedang didorong secara nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Sesban juga menyampaikan refleksi menjelang bulan suci Ramadhan. Ia menegaskan bahwa puasa seharusnya menjadi momentum pendewasaan diri, terutama dalam membedakan antara kebutuhan dan sikap berlebihan dalam konsumsi.
Ia mengutip fakta meningkatnya volume sampah makanan pada bulan Ramadhan sebagai ironi yang perlu menjadi bahan introspeksi bersama. Puasa, menurutnya, adalah sarana pendidikan spiritual untuk melatih pengendalian diri, bukan justru memicu perilaku konsumtif.
Selain aspek moral dan perilaku, Sesban turut menyinggung pentingnya tata kelola organisasi yang sehat, termasuk transparansi dan rasionalitas pengelolaan anggaran. Ia menjelaskan secara umum struktur belanja dalam institusi pemerintah, serta pentingnya keseimbangan antara belanja pegawai dan produktivitas yang dihasilkan organisasi.
Lebih lanjut, ia mendorong agar analisis jabatan dan analisis beban kerja dilaksanakan secara serius guna memastikan distribusi tugas yang efektif dan berdampak pada kinerja lembaga.
Pembinaan ini diharapkan menjadi penguatan internal bagi BDK Surabaya dalam menyambut Ramadhan sekaligus memperkuat komitmen terhadap budaya kerja yang lebih reflektif, akuntabel, dan berorientasi pada dampak nyata sesuai arah kebijakan Kementerian Agama RI.
Penulis: Alia