
Semarang — Diskusi hangat mewarnai pertemuan widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Surabaya dan Balai Diklat Keagamaan Semarang dalam Focus Group Discussion yang berlangsung Rabu (11/2/2026). Forum tersebut dimanfaatkan untuk saling bertukar pengalaman, membahas inovasi pembelajaran, hingga mencari solusi atas berbagai tantangan pelatihan aparatur.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut menjadi ajang bertukar pengalaman serta membahas berbagai tantangan yang dihadapi widyaiswara dalam pelaksanaan pelatihan aparatur. Kepala BDK Semarang, Suyatno, menyambut langsung rombongan BDK Surabaya dan menekankan pentingnya kolaborasi antarbalai diklat.
Menurut Suyatno, forum semacam ini tidak hanya menjadi ruang berbagi pengetahuan, tetapi juga mempererat hubungan kelembagaan. Ia mengingatkan bahwa peningkatan kualitas diri harus menjadi semangat utama dalam menjalankan tugas sebagai tenaga pengajar.
“Forum ini bukan sekadar mencari ilmu, tetapi juga memperkuat silaturrahmi. Kita sejatinya tidak bersaing dengan orang lain, melainkan dengan diri sendiri, bagaimana kita bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya,” ungkapnya.
Koordinator Widyaiswara BDK Surabaya, Makmun Hidayat, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan kompetensi widyaiswara agar mampu menjawab kebutuhan pembelajaran yang terus berkembang. Ia menyampaikan bahwa penguatan kapasitas tenaga pengajar menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas pelatihan aparatur.
Dalam diskusi, kedua belah pihak membahas sejumlah topik strategis, mulai dari efektivitas metode pembelajaran, teknik mengajar yang lebih interaktif, hingga pengembangan sistem pelatihan yang menyesuaikan kebutuhan peserta. Para widyaiswara juga saling berbagi pengalaman mengenai pelaksanaan pelatihan serta kendala yang kerap muncul di lapangan.
Dialog berlangsung terbuka dan dinamis. Para peserta aktif bertukar pandangan serta menawarkan berbagai solusi terhadap tantangan pembelajaran, termasuk pemanfaatan teknologi dalam proses pelatihan.
Melalui pertemuan ini, BDK Surabaya dan BDK Semarang berharap dapat memperkuat sinergi dalam pengembangan program pelatihan aparatur. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menciptakan sistem pembelajaran yang lebih inovatif dan relevan dengan tuntutan zaman.
FGD ini sekaligus menjadi langkah nyata dalam mempererat kerja sama antarbalai diklat guna mendukung peningkatan profesionalisme widyaiswara dan kualitas pelayanan pendidikan dan pelatihan di lingkungan Kementerian Agama.
Penulis: Mutia