
Surabaya — “Bela Negara harus menjadi napas dalam setiap kinerja ASN Kemenag. Bukan hanya diucapkan, tetapi diimplementasikan. Bukti dari cinta tanah air itu adalah pelayanan yang profesional, integritas yang tegak, dan sikap yang memelihara kerukunan umat,” tegas H. Abdul Aziz Sidqi, Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) saat memberikan materi Bela Negara kepada peserta Latsar CPNS Kementerian Agama di BDK Surabaya, Rabu, (26/11/25).
Materi yang beliau sampaikan ditujukan kepada dua angkatan Latsar, yaitu Angkatan 39 dan 40, dengan total 80 peserta. Di sesi ini, Abdul Aziz Sidqi menjelaskan bahwa bela negara bagi ASN bukan sekadar konsep pertahanan, melainkan komitmen pengabdian yang diwujudkan melalui integritas, disiplin, akuntabilitas, serta konsistensi memberikan pelayanan publik yang membawa kemaslahatan.
Lebih jauh, beliau menegaskan bahwa nilai bela negara memiliki keterkaitan erat dengan moderasi beragama yang menjadi karakter ASN Kementerian Agama. Cinta tanah air, menurutnya, harus melahirkan sikap yang menjaga harmoni, merawat keberagaman, dan memperkuat persaudaraan. “Moderasi beragama itu bukan hanya toleransi, tetapi kemampuan menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau kelompok,” jelasnya.
Di tengah tantangan era digital, Kepala LPMQ juga mengingatkan ASN agar memiliki kecermatan dalam menyikapi arus informasi. ASN, ujarnya, harus hadir sebagai penyejuk dan perekat bangsa, dengan literasi digital yang baik dan sikap bijaksana dalam merespons dinamika sosial.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Pelatihan Dasar CPNS Kemenag yang bertujuan membentuk ASN profesional, berkarakter, serta memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.
Turut mendampingi jalannya kegiatan, Kasubbag TU LPMQ, H. Muhammad Musadad dan Plt. Kepala BDK Surabaya, Muslimin.
Penulis: Dewi