Peserta Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Timur memasuki hari ketiga dengan semangat baru melalui apel pagi yang menekankan nilai kesetaraan dan kesiapan menghadapi tantangan lapangan. Bertindak sebagai pembina apel, Danang Eka Sandi menyampaikan pesan penting terkait prinsip non-diskriminasi dalam birokrasi, Rabu (22/4).
Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa seluruh peserta, baik laki-laki maupun perempuan, memiliki kedudukan yang sama sebagai aparatur sipil negara. Tidak ada perbedaan dalam hak, kewajiban, maupun peluang untuk berkembang dan menduduki posisi strategis di pemerintahan. Peserta perempuan secara khusus didorong untuk tidak membatasi diri dan tetap memiliki cita-cita tinggi dalam karier birokrasi.
Penegasan tersebut tercermin nyata dalam pelaksanaan apel pagi yang diikuti tiga angkatan pada gelombang I ini. Seluruh petugas apel merupakan peserta perempuan, mulai dari pemimpin barisan, pemimpin apel, hingga seluruh perangkat petugas lainnya. Bahkan, barisan paling depan dalam apel juga sepenuhnya diisi oleh peserta perempuan, menunjukkan kepercayaan diri dan kapasitas kepemimpinan yang kuat di kalangan peserta.
Selain penguatan nilai kesetaraan, apel pagi juga menjadi momentum penyampaian teknis kegiatan hari ketiga yang difokuskan pada pelatihan luar ruangan (outdoor). Seluruh peserta diarahkan untuk mempersiapkan diri secara optimal, mulai dari penggunaan pakaian olahraga lengkap hingga membawa perlengkapan pribadi seperti tumbler dan obat-obatan.
Kegiatan lapangan ini dirancang berlangsung hingga malam hari dengan berbagai aktivitas pembinaan yang menuntut kesiapan fisik dan mental. Peserta juga diingatkan untuk tetap berada di area kegiatan dan mengikuti seluruh rangkaian dengan disiplin penuh.
Melalui apel pagi ini, diharapkan peserta tidak hanya memahami nilai dasar ASN, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam sikap dan perilaku, termasuk dalam menjaga solidaritas, kedisiplinan, dan daya tahan selama mengikuti seluruh rangkaian Latsar.
Penulis: Alia