
Transparan, terukur, dan berdampak—tiga kata kunci yang mengemuka dalam Rapat Implementasi SAKIP Tahun 2025 yang digelar BDK Surabaya pada Selasa, 3 Maret 2026. Rapat ini bukan hanya membahas laporan, tetapi memastikan setiap program benar-benar memiliki jejak kinerja yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kegiatan yang berlangsung di kantor BDK Surabaya tersebut dihadiri oleh Kepala BDK Surabaya, Kepala Subbagian Tata Usaha, serta tim SAKIP. Kehadiran unsur pimpinan menjadi penegas bahwa penyusunan Laporan SAKIP Tahun 2025 merupakan prioritas bersama dan membutuhkan ketelitian serta kolaborasi lintas bagian.
Dalam forum tersebut, tim melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kelengkapan dokumen pendukung, validasi capaian indikator kinerja, serta kesesuaian antara perencanaan dan realisasi program sepanjang tahun 2025. Sinkronisasi data antarbagian menjadi fokus utama agar laporan yang dihasilkan tidak hanya lengkap secara administratif, tetapi juga akurat secara substansi.
Selain itu, pembahasan juga menyentuh aspek kesinambungan siklus kinerja, mulai dari perencanaan, pengukuran, hingga pelaporan dan evaluasi. Hal ini penting agar implementasi SAKIP di lingkungan BDK Surabaya tidak berhenti pada penyusunan dokumen, melainkan menjadi bagian dari budaya kerja yang berorientasi pada hasil.
Dalam arahannya, Kepala BDK Surabaya menegaskan, “SAKIP bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi instrumen penting untuk memastikan setiap program yang kita jalankan benar-benar terukur, terdokumentasi dengan baik, dan memberikan dampak nyata.”
Melalui rapat implementasi ini, diharapkan Laporan SAKIP Tahun 2025 dapat tersusun secara komprehensif, tepat waktu, dan semakin memperkuat komitmen BDK Surabaya dalam membangun tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Penulis: Dewi