
Surabaya, 3 Desember 2025 — Syukur tidak berhenti pada ucapan, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Itulah pesan utama yang disampaikan Sri Rejeki saat memberikan amanat apel pagi kepada peserta Latsar CPNS Kementerian Agama Angkatan XLIII sampai XLVI di lingkungan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya.
Dalam amanatnya, Sri Rejeki menekankan bahwa syukur merupakan fondasi moral yang mengiringi perjalanan dan tanggung jawab seorang abdi negara. Ia mengajak seluruh peserta untuk menyadari tiga bentuk syukur yang harus dipegang teguh. Pertama, bersyukur kepada Allah SWT atas rahmat dan kesempatan menempati posisi ASN yang selama ini diidam-idamkan. Kedua, bersyukur kepada keluarga dan orang tua yang telah memberi dukungan, doa, dan semangat sejak proses administrasi hingga kelulusan. Ketiga, bersyukur kepada Kementerian Agama sebagai instansi yang telah memberikan amanah untuk mengabdi, sebuah tanggung jawab yang melekat tidak hanya pada jam kerja tetapi juga saat berinteraksi di tengah masyarakat.
Selain syukur, Sri Rejeki juga menegaskan pentingnya mengamalkan ilmu sebagai bukti komitmen ASN. Menurutnya, pengetahuan tidak akan bermakna apabila hanya sebatas dipahami tanpa diwujudkan dalam pekerjaan sehari-hari. “Apalah arti sebuah ilmu jika itu tidak diamalkan,” ujarnya, mengingatkan peserta bahwa setiap materi, pelatihan, dan nilai yang diterima selama Latsar harus diterapkan agar memberikan dampak bagi satuan kerja.
Sri Rejeki menyoroti nilai-nilai dasar ASN BERAKHLAK yang telah dipelajari dalam pelatihan, mulai dari berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, hingga kolaboratif. Ia menekankan bahwa nilai-nilai tersebut tidak cukup hanya dihafal, tetapi harus menjadi karakter yang melekat dalam etika kerja, cara berkomunikasi, serta kemampuan memberikan inovasi dan solusi nyata untuk masyarakat.
Menutup amanatnya, Sri Rejeki berharap semangat belajar, kedisiplinan, dan inovasi yang ditunjukkan peserta tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Dengan demikian, rasa syukur akan terwujud melalui kesungguhan dalam mengabdi, dan ilmu akan terbukti melalui kerja nyata yang menjaga serta meningkatkan marwah institusi. Apel pagi yang berlangsung dengan khidmat ini menegaskan komitmen BDK Surabaya dalam mencetak ASN yang berintegritas dan siap memberikan kontribusi terbaik bagi Kementerian Agama.
Publish: Dewi