
Surabaya – Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang pengelolaan keuangan negara. Dalam ajang KPPN Surabaya II Awards Tahun 2026 yang digelar pada Kamis (12/2/2026), BDK Surabaya berhasil meraih dua penghargaan sekaligus, menegaskan komitmennya dalam tata kelola keuangan yang akuntabel dan profesional.
Penghargaan pertama diraih sebagai Peringkat I Satuan Kerja Terbaik dengan Jumlah Invoice Digipay Terbanyak Tahun Anggaran 2025. Sementara itu, penghargaan kedua diperoleh sebagai Peringkat III Satuan Kerja Terbaik dengan Ketercapaian Target Kartu Kredit Pemerintah (KKP) Tertinggi Tahun Anggaran 2025.
Capaian tersebut menjadi bukti nyata konsistensi BDK Surabaya dalam mendorong transformasi digital di sektor pengelolaan keuangan negara, sekaligus memperkuat transparansi dan efisiensi pelaksanaan anggaran.
Analis Pengelolaan Keuangan APBN BDK Surabaya, Danang Eka Sandi, mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang diterima. Ia menilai prestasi tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh tim yang selama ini berkomitmen menjalankan pengelolaan keuangan sesuai regulasi dan prinsip kehati-hatian.
“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan negara. Ini bukan hanya capaian bidang keuangan, tetapi hasil kerja sama seluruh unsur di BDK Surabaya yang saling mendukung,” ujarnya.
Danang juga berharap, capaian tersebut tidak membuat jajaran BDK Surabaya berpuas diri. Ia menegaskan bahwa tantangan pengelolaan keuangan negara ke depan akan semakin kompleks seiring tuntutan digitalisasi dan transparansi publik yang terus meningkat. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pegawai untuk terus meningkatkan kompetensi dan integritas dalam bekerja.
Menurutnya, pemanfaatan Digipay dan optimalisasi KKP menjadi langkah strategis dalam mempercepat proses transaksi keuangan sekaligus meminimalkan potensi kesalahan administrasi. Ia menambahkan bahwa inovasi dalam tata kelola keuangan akan terus menjadi fokus utama demi mendukung kinerja organisasi secara menyeluruh.
Prestasi yang diraih BDK Surabaya ini sekaligus menegaskan peran strategis satuan kerja Kementerian Agama dalam mewujudkan pengelolaan anggaran yang modern, efektif, dan akuntabel. Keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi satuan kerja lainnya untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan negara.
Dengan raihan dua penghargaan ini, BDK Surabaya semakin memperkuat posisinya sebagai lembaga diklat yang tidak hanya unggul dalam pengembangan kompetensi sumber daya manusia, tetapi juga dalam tata kelola organisasi yang profesional dan berintegritas.
Penulis: Mutia