
SURABAYA – Pelatihan yang direncanakan berlangsung di awal Maret ini memiliki bobot substansi yang sangat relevan. Moderasi Beragama terus diperkuat sebagai fondasi kerukunan, sementara Bimtek Ekoteologi hadir sebagai terobosan untuk mengintegrasikan nilai spiritualitas dengan pelestarian lingkungan hidup. Fokus utama persiapan adalah memastikan setiap detail teknis dan dukungan anggaran telah siap optimal, mengingat tim akan bergerak secara simultan ke beberapa kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Merespons urgensi tersebut, Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya langsung mengonsolidasikan kekuatan melalui rapat strategis yang digelar pada Ahad, 2 Maret 2025. Pertemuan ini menjadi ruang diskusi intensif bagi seluruh unsur penyelenggara agar pelaksanaan pelatihan dan bimbingan teknis (bimtek) perdana di bulan Ramadan dapat berjalan efektif dan terkoordinasi dengan baik.
Rapat dihadiri oleh Kepala BDK Surabaya, Kasubbag Tata Usaha, para Widyaiswara (WI), Tim Kerja (Timker), perencana, serta bendahara. Dalam forum tersebut, berbagai aspek teknis dibahas secara rinci, mulai dari kesiapan kurikulum, narasumber, lokasi kegiatan, mekanisme administrasi peserta, hingga strategi pengelolaan anggaran.
Dalam arahannya, Kepala BDK Surabaya memberikan penekanan khusus mengenai etos kerja di tengah suasana ibadah puasa. Beliau meyakini bahwa kualitas layanan kediklatan harus tetap menjadi prioritas utama bagi seluruh tim yang bertugas.
“Pelaksanaan pelatihan di awal Ramadan ini adalah bukti dedikasi kita bahwa penguatan nilai moderasi dan kepedulian pada ekologi tidak boleh berhenti. Justru momentum bulan suci harus menjadi energi tambahan bagi para peserta dan panitia untuk memberikan hasil terbaik bagi masyarakat Jawa Timur,” tegas Kepala BDK Surabaya.
Pelatihan Moderasi Beragama dan Bimtek Ekoteologi ini direncanakan dilaksanakan di beberapa kota/kabupaten di Jawa Timur. Mengingat pelaksanaannya di bulan Ramadan menjadi tantangan tersendiri, penyesuaian jadwal, efektivitas waktu, serta kesiapan logistik menjadi perhatian khusus dalam koordinasi kali ini.
Melalui sinergi yang solid dan perencanaan yang matang, BDK Surabaya optimis kedua program ini dapat berjalan lancar serta memberikan kontribusi nyata dalam penguatan kompetensi aparatur Kementerian Agama di daerah.
Penulis: Dewi