
SURABAYA – Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya menyelenggarakan kegiatan pelepasan purnatugas bagi salah satu ASN, Abdul Haris, pada Senin (30/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di aula BDK Surabaya ini dihadiri oleh Kepala BDK Surabaya, Muchammad Toha, Kasubbag TU, Anton Sasono serta seluruh pegawai.
Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdian Bapak Haris selama bertugas di lingkungan BDK Surabaya.
Dalam sambutannya, Bapak Haris menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada seluruh keluarga besar BDK Surabaya. Ia menuturkan bahwa BDK Surabaya bukan hanya tempat bekerja, tetapi juga menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.
“BDK Surabaya bukan sekadar tempat bekerja, tetapi juga rumah yang telah membersamai perjalanan saya dan keluarga,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa selama masa pengabdiannya, BDK Surabaya telah memberikan ruang untuk belajar, berkembang, serta meningkatkan kompetensi. Menurutnya, capaian yang diraih selama ini tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama seluruh rekan kerja.
“Saya berdiri di sini bukan karena kehebatan saya, tetapi karena kebeningan hati, kerja sama, dan ketulusan bapak dan ibu semuanya,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Bapak Haris beserta keluarga juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan selama berinteraksi di lingkungan kerja. Ia berharap silaturahmi yang telah terjalin dapat terus terjaga meskipun masa tugas telah berakhir.
Mengakhiri sambutannya, ia menyampaikan doa dan harapan agar BDK Surabaya senantiasa berkembang, berprestasi, serta terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Tekankan Integritas dan Pembaruan Niat
Sementara itu, Kepala BDK Surabaya, Muchammad Toha, dalam arahannya menekankan pentingnya integritas, loyalitas, serta pembaruan niat dalam menjalankan tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
Dalam suasana penuh keakraban, beliau menyampaikan apresiasi atas dedikasi para pegawai yang memasuki masa purnatugas, termasuk sosok-sosok yang telah menjadi teladan di lingkungan BDK Surabaya hingga akhir masa baktinya.
Menurutnya, keberhasilan suatu instansi tidak terlepas dari kerja keras kolektif serta kontribusi individu-individu yang bekerja dengan penuh tanggung jawab dan ketulusan.
Lebih lanjut, beliau mengingatkan pentingnya menjaga keberkahan penghasilan melalui kinerja yang optimal. Mengutip pesan Imam Syafi’i, ia menegaskan bahwa nilai keberkahan tidak diukur dari besarnya penghasilan, melainkan dari kehalalan dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.
“Kita harus menghalalkan penghasilan kita dengan kinerja yang sepadan. Jangan sampai kita menerima hak, namun melalaikan kewajiban yang seharusnya ditunaikan untuk umat,” tegasnya.
Beliau juga mengajak seluruh pegawai untuk senantiasa melakukan muhasabah atau evaluasi diri terhadap kinerja dan dedikasi yang telah diberikan, sebagai upaya menjaga profesionalisme dan integritas dalam pengabdian kepada negara.
Kegiatan ditutup dengan pemberian tali asih dan ramah tamah yang berlangsung dalam suasana penuh kehangatan, sekaligus mempererat tali silaturahmi di lingkungan BDK Surabaya.
Penulis: Dewi