Surabaya (20/4/2026) — Apel pagi di lingkungan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya, Senin (20/4), berlangsung penuh semangat dan refleksi. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala BDK Surabaya, Kasubbag TU, serta seluruh ASN. Bertindak sebagai pembina apel, Widyaiswara BDK Surabaya, Dr. H. Sholehuddin, M.Pd, menyampaikan pesan inspiratif yang relevan dengan kondisi organisasi saat ini.
Dalam arahannya, ia mengangkat pesan mendalam dari seorang penyandang disabilitas: “Jangan menghitung apa yang hilang dari diri kita, tetapi hitunglah apa yang masih kita miliki.” Pesan tersebut menjadi penguat bagi ASN BDK Surabaya dalam menyikapi kebijakan efisiensi anggaran, di mana sekitar 60 persen anggaran mengalami pengurangan.
Meski demikian, ASN diminta tetap bersyukur dan optimis dengan 40 persen anggaran yang masih tersedia. Menurutnya, kondisi ini bukan menjadi hambatan, melainkan tantangan untuk tetap bekerja secara profesional dan maksimal. Nilai syukur dan penerimaan menjadi kunci, sejalan dengan ajaran Islam yang menekankan pentingnya bersyukur dalam segala keadaan.
Lebih lanjut, Dr. Sholehuddin menekankan pentingnya optimalisasi waktu dan peningkatan produktivitas kerja. ASN didorong untuk lebih mandiri dalam mengelola jadwal kerja, memperkuat kolaborasi, serta menjaga kualitas kinerja di tengah keterbatasan.
Ia juga menyoroti pentingnya inovasi dalam pengelolaan sumber daya manusia, termasuk pemanfaatan pendekatan sistematis dan berbasis algoritma dalam perencanaan hingga evaluasi kinerja. Hal ini bertujuan agar setiap ASN mampu menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal.
Bagi para widyaiswara, peluang untuk berkembang tetap terbuka luas. Penguatan kerja sama melalui MoU, serta pengembangan program pelatihan seperti ekoteologi, menjadi langkah strategis dalam menjaga kualitas layanan kediklatan BDK Surabaya.
Apel pagi ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan kolaborasi lintas bidang, baik teknis maupun administratif. Dengan kebersamaan dan komitmen yang kuat, diharapkan kinerja organisasi tetap berjalan efektif dan adaptif.
Menutup arahannya, pembina apel mengajak seluruh ASN untuk tetap berpikir positif dan optimis. Setiap kebijakan diyakini memiliki hikmah, dan dengan kerja sama yang solid, BDK Surabaya akan terus berkembang dan memberikan kontribusi terbaik bagi pengembangan SDM keagamaan
Penulis: Alia