Surabaya — Komitmen membentuk aparatur sipil negara yang profesional kembali ditegaskan dalam pelaksanaan Latihan Dasar (Latsar) CPNS golongan III Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Timur yang digelar melalui kerja sama dengan Balai Diklat Keagamaan Surabaya.
Kepala Balai Diklat Keagamaan Surabaya, Muchammad Toha, secara langsung memberikan pengarahan kepada para peserta, menekankan pentingnya kedisiplinan sebagai fondasi utama dalam menjalani proses pembentukan karakter ASN pada Senin (20/4/26).
Dalam arahannya, Muchammad Toha menyampaikan pesan tegas kepada peserta agar tidak menyepelekan aturan selama masa pelatihan. “Patuhi seluruh peraturan yang berlaku, jangan sampai terlambat, dan penuhi setiap tugas yang diberikan,” ujarnya di hadapan peserta Latsar.
Lebih lanjut, beliau juga menegaskan bahwa kehadiran dan keterlibatan penuh peserta selama tahap klasikal menjadi bagian penting dari proses pembelajaran. Ia meminta peserta untuk tetap berada di lingkungan balai selama kegiatan berlangsung guna menjaga fokus dan integritas pelatihan.
Secara tidak langsung, Muchammad Toha mengingatkan bahwa kedisiplinan bukan sekadar formalitas, melainkan cerminan kesiapan peserta untuk menjadi abdi negara yang bertanggung jawab dan berintegritas tinggi.
Selain itu, beliau juga memberikan solusi praktis bagi kebutuhan peserta selama mengikuti pelatihan. “Jika ada kebutuhan yang kurang, silakan memanfaatkan fasilitas yang tersedia, termasuk koperasi di lingkungan balai,” tambahnya.
Pelaksanaan Latsar ini menjadi momentum strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia KPU yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki karakter kuat dalam menjalankan tugas-tugas demokrasi. Sinergi antara KPU Provinsi Jawa Timur dan Balai Diklat Keagamaan Surabaya dinilai sebagai langkah konkret dalam memperkuat kualitas ASN di sektor penyelenggara pemilu.
Dengan penekanan pada disiplin, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap aturan, Latsar ini diharapkan mampu melahirkan ASN yang siap menghadapi tantangan birokrasi modern sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Penulis: Mutia