
Surabaya, 19 Feb 2026 — Bulan suci Ramadhan di lingkungan Balai Diklat Keagamaan Surabaya diawali dengan kegiatan kultum perdana yang sarat makna. Bertempat di Musholla Al Hikmah, kultum ini disampaikan langsung oleh Kepala BDK Surabaya, Dr. H. Muchammad Toha, S.Ag., M.Si., usai pelaksanaan sholat dhuhur, sebagai bagian dari rangkaian kajian rutin yang akan dilaksanakan sepanjang bulan Ramadhan.
Dalam tausiyahnya, Dr. Muchammad Toha mengangkat tema pentingnya menjaga keseimbangan antara ajaran Islam, tradisi lokal, dan semangat nasionalisme sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ia menjelaskan bahwa tradisi telah lebih dahulu hidup dan berkembang di tengah masyarakat sebelum datangnya agama. Oleh karena itu, kehadiran Islam tidak serta-merta menghapus budaya lokal, melainkan berdialog dan beradaptasi, selama tidak bertentangan dengan prinsip dasar ajaran Islam.
“Agama hadir untuk memberikan tuntunan dan menyempurnakan nilai-nilai kebaikan yang sudah ada di masyarakat, bukan untuk memutus akar budaya yang menjadi bagian dari identitas bangsa,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti fenomena sebagian kelompok yang cenderung membenturkan agama dengan tradisi. Sikap tersebut dinilai berpotensi memicu perpecahan dan melemahkan persatuan umat. Menurutnya, gerakan yang mengatasnamakan agama namun menimbulkan konflik perlu disikapi dengan pendekatan yang bijak melalui penguatan pemahaman keagamaan yang moderat dan inklusif.
Dalam konteks kehidupan berbangsa, Dr. Muchammad Toha juga menegaskan bahwa nilai keislaman dan nasionalisme bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Sebaliknya, keduanya dapat berjalan beriringan dan saling menguatkan.
“Islam tidak bertentangan dengan nasionalisme. Justru nilai-nilai Islam dapat menjadi fondasi moral dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menyikapi isu radikalisme dan kecenderungan mengharamkan tradisi lokal secara berlebihan tanpa kajian yang komprehensif. Pendekatan yang terlalu kaku dalam memahami agama berpotensi memicu konflik internal dan mengabaikan nilai persatuan serta kemaslahatan bersama.
Sebagai penutup, Dr. Muchammad Toha mengajak seluruh peserta untuk terus memperkuat pemahaman Islam yang moderat, toleran, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Harmoni antara agama, budaya, dan nasionalisme menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas sosial di tengah tantangan zaman.
Kegiatan kultum Ramadhan di Musholla Al Hikmah BDK Surabaya ini akan dilaksanakan secara rutin setiap hari ba’da sholat dhuhur selama bulan Ramadhan, dengan menghadirkan para pemateri dari unsur pimpinan, widyaiswara, dan pegawai di lingkungan BDK Surabaya. Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana penguatan spiritual sekaligus refleksi nilai-nilai keislaman yang moderat dan relevan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi keluarga besar BDK Surabaya.
Penulis: Alia