
SURABAYA – Standar kualitas kepemimpinan madrasah di Jawa Timur kini menjadi prioritas utama. BDK Surabaya dan PW LP Ma’arif NU Jatim resmi menyatukan visi melalui penandatanganan kerja sama strategis dalam program Pelatihan Kepala Madrasah. Kolaborasi ini menjadi komitmen bersama untuk memastikan tiap lembaga pendidikan memiliki ‘nakhoda’ yang kompeten dan profesional.
Langkah besar ini ditandai dengan penandatanganan MoU oleh Kepala BDK Surabaya, Muchammad Toha, dan Ketua PW LP Ma’arif NU Jatim, Masdar Hilmy, Jumat (23/1). Sinergi ini dirancang untuk menjawab tantangan tata kelola pendidikan Islam yang kian dinamis di wilayah Jawa Timur.
Memperkuat Manajerial, Mengakselerasi Mutu
Kepala BDK Surabaya, Muchammad Toha, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan upaya sistematis untuk membekali para kepala madrasah dengan kemampuan manajerial yang terukur.
“Kita ingin setiap kepala madrasah memiliki standar kompetensi yang sama baiknya. Melalui kolaborasi ini, BDK Surabaya akan memfasilitasi kurikulum pelatihan yang tidak hanya teoretis, tapi juga aplikatif dalam mengelola lembaga pendidikan secara modern dan akuntabel,” ujar Toha.
Sinergi Strategis untuk Masa Depan
Senada dengan hal tersebut, Prof. Masdar Hilmy melihat kerja sama ini sebagai tonggak penting bagi LP Ma’arif NU Jatim dalam melakukan standardisasi kualitas di ribuan madrasah binaannya.
“Kepala Madrasah adalah motor penggerak. Jika nakhodanya memiliki navigasi yang jelas melalui pelatihan yang tepat, maka kualitas pendidikan di dalamnya akan terakselerasi. Kami sangat mengapresiasi dukungan BDK Surabaya dalam mencetak pemimpin madrasah yang adaptif terhadap perubahan zaman,” tutur Prof. Masdar.
Melalui kemitraan ini, diharapkan lahir ekosistem madrasah yang lebih mandiri dan berdaya saing, sekaligus mempertegas posisi Jawa Timur sebagai barometer pendidikan Islam berkualitas di tingkat nasional.
Penulis: Dewi Satya