
Mengawali tahun kerja 2026, Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya mengambil langkah konsolidatif untuk memastikan setiap program dan layanan berjalan selaras dengan arah kebijakan lembaga. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan koordinasi internal yang membahas arah dan penetapan skala prioritas pengelolaan anggaran, yang dilaksanakan dalam rapat awal tahun pada Senin (6/1).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BDK Surabaya dalam menyiapkan perencanaan anggaran secara lebih terarah dan berkelanjutan. Melalui pembahasan awal tahun, berbagai aspek pendukung layanan perkantoran dan pelaksanaan program kerja menjadi perhatian, dengan tetap mengedepankan prinsip efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran.
Kepala BDK Surabaya, Muchammad Toha, menegaskan pentingnya kesamaan persepsi dalam menyusun perencanaan sejak awal. “Perencanaan anggaran perlu disusun secara cermat dan proporsional agar seluruh program dan layanan dapat berjalan selaras dengan kebutuhan organisasi serta arah kebijakan yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, rapat ini juga dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat koordinasi internal serta menyelaraskan langkah antarbagian. Dengan perencanaan yang disiapkan sejak dini, diharapkan pelaksanaan tugas dan fungsi BDK Surabaya pada Tahun 2026 dapat berjalan lebih optimal dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan.
Melalui kegiatan ini, BDK Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola anggaran yang transparan dan bertanggung jawab, sebagai bagian dari upaya mendukung keberlangsungan program kerja dan pencapaian kinerja lembaga secara berkelanjutan.
Penulis: Dewi