
Kepatuhan terhadap kesepakatan dan regulasi menjadi pesan utama yang disampaikan Muchammad Toha, Kepala BDK Surabaya, saat memimpin apel pagi di Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya, Senin (5/1/2025). Dalam amanatnya, beliau menegaskan bahwa BDK Surabaya telah berdiri di atas fondasi yang kuat, sehingga fokus ke depan bukan mengubah arah, melainkan menjaga dan melanjutkan budaya kerja yang telah dibangun secara konsisten sebagai bagian dari “rumus bekerja”.
Apel pagi tersebut dilaksanakan di halaman kantor BDK Surabaya dan diikuti oleh seluruh pegawai. Kegiatan rutin ini menjadi sarana penguatan disiplin, kebersamaan, serta penyamaan persepsi dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi kediklatan.
Dalam arahannya, Muchammad Toha menyampaikan bahwa capaian yang telah diraih BDK Surabaya merupakan hasil kerja kolektif para pimpinan dan pegawai pada periode sebelumnya. Oleh karena itu, ia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan dan memperkuat hal-hal baik yang telah dibangun.
“Balai ini sudah bagus. Saya melanjutkan apa yang sudah dibangun oleh pemimpin sebelumnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kepala BDK Surabaya mengajak seluruh pegawai untuk senantiasa mematuhi kesepakatan yang telah ditetapkan bersama serta menaati regulasi yang berlaku. Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan dan komitmen bersama tersebut merupakan inti dari rumus bekerja yang harus dijalankan secara konsisten oleh seluruh pegawai.
“Saya hanya mengajak, ayo dipatuhi yang disepakati, ayo ditaati yang menjadi regulasi. Karena itu adalah rumus bekerja,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa penguatan organisasi tidak selalu dilakukan melalui perubahan besar, melainkan melalui konsistensi dalam menjalankan aturan, tanggung jawab, dan etika kerja. Dengan demikian, kinerja lembaga dapat terus terjaga secara profesional dan berkelanjutan.
Apel pagi ini menjadi momentum penguatan komitmen bersama bagi seluruh pegawai BDK Surabaya untuk menjaga budaya kerja yang tertib, disiplin, dan berintegritas, sejalan dengan upaya memperkuat peran BDK Surabaya sebagai lembaga kediklatan yang berkualitas.
Publish: dewi