


Surabaya — Suasana khidmat menyelimuti halaman Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya saat seluruh pegawai mengikuti apel pagi rutin pada Senin (9/3/2026). Apel yang berlangsung di awal pekan ini tidak sekadar menjadi rutinitas kedinasan, tetapi juga momentum refleksi spiritual di penghujung bulan suci Ramadan.
Bertindak sebagai pembina apel, Kepala Subbagian Tata Usaha BDK Surabaya, Anton Sasono, mengingatkan seluruh pegawai agar tidak lengah dalam memperkuat ibadah meskipun aktivitas kerja tengah padat. Menurutnya, Ramadan yang tersisa hanya beberapa hari harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meningkatkan kualitas ibadah.
“Ramadan tahun 2026 tinggal beberapa hari lagi. Kita harus mengencangkan ibadah,” ujar Anton di hadapan para peserta apel.
Ia menegaskan bahwa berbagai kegiatan yang sedang berlangsung di lingkungan BDK Surabaya, termasuk pelaksanaan pelatihan dan bimbingan teknis, tidak boleh menjadi alasan untuk mengendurkan semangat beribadah. Justru, menurutnya, kesibukan kerja harus diimbangi dengan kesadaran spiritual yang lebih kuat.
Anton juga mengingatkan agar para pegawai tetap menjaga rasa syukur dalam menjalani tugas dan pengabdian. Ia berharap seluruh pegawai dapat memanfaatkan sisa Ramadan dengan optimal, termasuk memperbanyak amal ibadah dan doa agar dapat meraih malam yang paling dinantikan umat Islam.
Ia berharap seluruh pegawai BDK Surabaya dapat dipertemukan dengan Lailatul Qadar, malam yang diyakini lebih baik dari seribu bulan. Karena itu, ia mengajak seluruh pegawai untuk memaksimalkan sisa waktu Ramadan dengan meningkatkan kualitas ibadah sekaligus menjaga integritas dalam menjalankan tugas kedinasan.
“Semoga kita mendapat Lailatul Qadar di Ramadan ini. Kita harus selalu bersyukur,” tambahnya.
Apel pagi tersebut menjadi pengingat bahwa keseimbangan antara profesionalitas kerja dan kedalaman spiritual merupakan nilai penting dalam budaya kerja di lingkungan BDK Surabaya. Di tengah padatnya agenda pelatihan dan pengembangan kompetensi aparatur, semangat Ramadan diharapkan tetap menjadi energi moral bagi seluruh pegawai dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Penulis: Mutia