
SURABAYA – Di tengah ketidakpastian ekonomi global, fenomena saham yang anjlok, serta tingginya risiko investasi digital, umat Muslim diingatkan untuk melirik “Perniagaan” yang menjanjikan keuntungan 100 persen tanpa risiko kerugian. Hal ini disampaikan dalam materi kultum bertajuk “Perniagaan yang Tidak Akan Merugi” yang merujuk pada pesan mendalam dalam Al-Qur’an Surah Al-Fatir (35) Ayat 29-30 tentang perniagaan paling aman.
Pesan menyejukkan ini disampaikan oleh Drs. Abdul Haris, M.M., Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya, dalam kegiatan kultum ba’da zuhur di Musholla Al-Hikmah BDK Surabaya, Selasa (24/2/2026). Dalam uraiannya, beliau menjelaskan bahwa perniagaan (tijaarah) ini merupakan bentuk transaksi spiritual antara hamba dan Allah SWT yang dijamin keuntungannya. Beliau menyebut strategi ini sebagai “Tiga Pilar Perniagaan Anti-Rugi”.
Berdasarkan materi yang dipaparkan, terdapat tiga amalan utama yang menjadi pilar perniagaan ini agar mendapatkan balasan yang tak pernah binasa (lan tabuur): Membaca dan Tadabbur Al-Qur’an: Bukan sekadar membaca, tetapi memahami, mengimani, dan mengamalkannya sebagai modal awal datangnya hidayah, Mendirikan Shalat: Melaksanakan shalat lima waktu secara berjamaah, tepat waktu, dan khusyuk sebagai penghubung langsung dengan Allah SWT, Infak, Sedekah, dan Zakat: Mengeluarkan sebagian rezeki baik secara rahasia (sirran) maupun terang-terangan (‘alaaniyatan) untuk melipatgandakan keberkahan harta.
Berbeda dengan bisnis duniawi yang rentan terhadap faktor pasar atau bencana, perniagaan spiritual ini menjanjikan pahala yang disempurnakan dan karunia yang terus ditambah oleh Allah SWT.
“Modalnya kecil berupa waktu dan harta, namun untungnya tak terbatas yaitu surga,” pungkas Abdul Haris merujuk pada esensi naskah kultum tersebut.
Kegiatan rutin ba’da zuhur di Musholla Al-Hikmah ini diharapkan dapat terus memotivasi seluruh keluarga besar BDK Surabaya untuk meraih keberuntungan hakiki di dunia maupun akhirat.
Penulis: Dewi Satya