
SURABAYA (12/02) – Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama Republik Indonesia menyerahkan hibah satu unit kendaraan operasional kepada Universitas Al-Falah As-Sunniyah (UAS) Jember. Prosesi serah terima berlangsung di Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya pada Kamis, 12 Februari 2026.
Penyerahan dilakukan secara resmi oleh Rizky Riyadu Taufiq, selaku Kepala Bagian Umum, Perpustakaan, dan BMN BMBPSDM Kemenag RI, kepada Rijal Mumazziq Z, selaku Rektor Universitas Al-Falah As-Sunniyah. Kegiatan tersebut turut disaksikan oleh Kepala BDK Surabaya, Muchammad Toha, serta Wakil Rektor III UAS Jember, Mohammad Dasuki.
Dalam sambutannya, Rizky Riyadu Taufiq menekankan pentingnya optimalisasi aset negara untuk kemaslahatan umat dan penguatan kelembagaan pendidikan tinggi keagamaan.
“Hibah kendaraan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung penguatan kelembagaan di lingkungan pendidikan tinggi keagamaan. Kami berharap aset ini dapat dirawat dengan baik serta dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang kegiatan produktif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Merespons hal tersebut, Rektor UAS Jember, Rijal Mumazziq Z, menyampaikan bahwa kendaraan jenis Toyota Innova tersebut akan dimanfaatkan sebagai mobil perpustakaan keliling.
“Mobil yang kami terima ini insyaallah akan kami operasikan sebagai perpustakaan keliling. Layanan ini akan menjangkau desa-desa pelosok, khususnya wilayah yang selama ini belum memiliki akses perpustakaan,” jelasnya.
Kehadiran mobil perpustakaan keliling ini diharapkan menjadi penggerak budaya literasi serta memperluas akses bacaan bagi masyarakat di wilayah Jawa Timur bagian timur, khususnya di wilayah yang belum memiliki fasilitas perpustakaan.
Kepala BDK Surabaya, Muchammad Toha, menyambut baik pelaksanaan agenda pusat yang ditempatkan di wilayah kerjanya. Ia menegaskan bahwa BDK Surabaya siap mendukung sinergi antar-unit kerja di lingkungan Kementerian Agama.
“Kami mengapresiasi kolaborasi ini. Sinergi antara pusat, satuan kerja, dan lembaga pendidikan merupakan kunci agar setiap kebijakan dan program dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” tuturnya.
Melalui hibah ini, diharapkan optimalisasi Barang Milik Negara tidak hanya memperkuat sarana operasional perguruan tinggi, tetapi juga menghadirkan dampak sosial yang lebih luas melalui peningkatan akses literasi bagi masyarakat di daerah pelosok.
Penulis: Dewi