
Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya menggelar Technical Meeting (TM) pada Rabu, 5 Februari 2026, sebagai bagian dari persiapan kolaborasi lintas balai dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) Kementerian Agama. Kegiatan ini diikuti oleh Widyaiswara (WI) BDK Surabaya dan difokuskan pada pematangan strategi pengembangan kompetensi yang akan didiskusikan bersama BDK Bandung dan BDK Semarang.
Kepala BDK Surabaya, Muchammad Toha, dalam arahannya menegaskan bahwa pengembangan SDM merupakan agenda strategis yang harus disiapkan secara terencana dan berkelanjutan. Menurutnya, dinamika organisasi dan tantangan ke depan menuntut penguatan kompetensi aparatur yang lebih komprehensif.
“Pengembangan SDM Kementerian Agama tidak bisa hanya bertumpu pada pelatihan. Kita perlu memanfaatkan berbagai bentuk pengembangan kompetensi yang tersedia agar kualitas SDM semakin adaptif dan siap menghadapi tantangan ke depan,” ujar Muchammad Toha.
Sejalan dengan hal tersebut, Technical Meeting ini menjadi forum pembahasan pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang mengacu pada Keputusan Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi SDM Pendidikan dan Keagamaan Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan SDM Kementerian Agama Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2025 tentang Pedoman Pengembangan Kompetensi SDM Kementerian Agama. Dalam kebijakan tersebut dijelaskan bahwa pengembangan kompetensi SDM Kemenag mencakup 22 jenis pengembangan kompetensi, baik melalui jalur klasikal maupun nonklasikal, sehingga penguatan SDM tidak hanya terbatas pada pelatihan semata.
Dalam forum ini, para Widyaiswara BDK Surabaya melakukan pemetaan awal terhadap potensi pengembangan kompetensi pada bidang pendidikan, keagamaan, dan administrasi. Pemetaan tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk pengembangan kompetensi yang relevan dan memungkinkan untuk diterapkan, sekaligus menjadi bahan diskusi bersama BDK Bandung dan BDK Semarang guna memperoleh masukan, perspektif, serta praktik baik yang dapat disesuaikan dengan karakteristik masing-masing balai.
Melalui Technical Meeting ini, BDK Surabaya berharap dapat memperkuat sinergi antar Balai Diklat Keagamaan dalam merumuskan strategi pengembangan SDM Kementerian Agama yang lebih komprehensif, adaptif, dan selaras dengan kebijakan pengembangan kompetensi nasional.
Penulis: Dewi