
Semangat kebersamaan mewarnai kegiatan Jalan Sehat Kerukunan yang diadakan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama, Jumat (2/1/25).
Jalan sehat kerukunan tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala BDK Surabaya, Muchammad Toha, yang menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kerukunan, kebersamaan, dan kesehatan jasmani sebagai fondasi pengabdian aparatur Kementerian Agama.
Dalam sambutannya, Muchammad Toha menyampaikan bahwa HAB ke-80 Kementerian Agama merupakan momentum refleksi untuk memperkuat peran ASN dalam menjaga harmoni kehidupan berbangsa dan beragama.
“Melalui jalan sehat kerukunan ini, kita ingin meneguhkan kembali semangat kebersamaan, persaudaraan, dan kerja kolektif. Kerukunan tidak hanya kita gaungkan dalam kata-kata, tetapi juga kita wujudkan dalam aktivitas nyata yang melibatkan seluruh unsur pegawai,” ujar Muchammad Toha.
Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang olahraga bersama, tetapi juga simbol kuat komitmen Kementerian Agama dalam merawat persatuan di tengah keberagaman. Menurutnya, kesehatan fisik dan mental aparatur menjadi modal penting untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Secara tidak langsung, Muchammad Toha juga menegaskan bahwa BDK Surabaya berkomitmen menjadikan peringatan HAB sebagai ruang memperkuat solidaritas internal. Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan ini dapat terus terjaga dan tercermin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, khususnya dalam mendukung program strategis Kementerian Agama.
Rute jalan sehat yang telah disiapkan panitia dilalui dengan penuh keceriaan oleh para peserta. Suasana akrab dan hangat tampak mewarnai kegiatan tersebut, mencerminkan nilai-nilai kerukunan yang menjadi ruh utama peringatan HAB ke-80 Kementerian Agama.
Dengan terselenggaranya Jalan Sehat Kerukunan ini, BDK Surabaya menegaskan perannya sebagai institusi pengembangan sumber daya manusia yang tidak hanya fokus pada peningkatan kompetensi, tetapi juga pada penguatan karakter, integritas, dan semangat persatuan dalam bingkai moderasi beragama.
Penulis: Mutia