
Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Darmani menekankan pentingnya menjaga semangat kerja dan integritas pegawai dalam apel pagi yang digelar pada Senin (2/2/2026). Ia mengingatkan bahwa ibadah puasa harus menjadi pendorong peningkatan kinerja, bukan sebaliknya.
“Sebentar lagi bulan Ramadan akan tiba,” ujar Darmani mengawali sambutannya di hadapan peserta apel. Ia kemudian mengajak peserta apel untuk merenungkan keterkaitan antara ibadah puasa dengan peningkatan kualitas kinerja.
Menurutnya, puasa tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual semata, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter. Ia mengutip Surat Al-Baqarah ayat 183 yang menjelaskan kewajiban berpuasa bagi orang beriman sebagai jalan untuk mencapai ketakwaan.
Darmani menjelaskan, pemikir Islam Al Farabi memaknai ketakwaan dalam tiga aspek penting. Pertama, kemampuan seorang hamba dalam melaksanakan perintah Allah sekaligus menjauhi larangan-Nya. Kedua, menjaga identitas keislaman dengan tidak meniru hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai ajaran Islam. Ketiga, puasa sejatinya bukan melemahkan fisik manusia, melainkan mengendalikan hawa nafsu.
“Puasa bukan alasan untuk menurunkan produktivitas. Justru melalui pengendalian diri, seseorang dapat tetap semangat, menghasilkan prestasi, dan bekerja secara profesional,” tegasnya.
Ia menambahkan, penguatan spiritual selama Ramadan diharapkan mampu membawa dampak positif terhadap kualitas pelayanan dan tanggung jawab pegawai dalam menjalankan amanah institusi.
Menutup amanatnya, Darmani mengajak seluruh peserta apel untuk mempersiapkan diri menyambut Ramadan dengan memperbanyak amal ibadah dan menjaga kesehatan. Ia juga berharap seluruh pegawai diberikan kekuatan dan kesempatan oleh Allah SWT untuk dapat bertemu kembali dengan bulan suci yang penuh keberkahan tersebut.
Penulis: Mutia