ATB Berbasis Arduino: Inovasi Latsar CPNS MTsN 4 Madiun yang Dinilai Layak Dipatenkan
Surabaya, 20 November 2025 — Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya kembali menggelar Seminar Aktualisasi Latsar CPNS dengan menghadirkan berbagai inovasi dari peserta. Salah satu yang menjadi sorotan adalah proyek Automatic Trash Bin (ATB) berbasis Arduino Uno karya Rizqi Nurrahman, S.Pd, peserta Latsar Angkatan 38 dari MTsN 4 Madiun. Proyek ini dipresentasikan di hadapan penguji Dr. H. Abd. Haris, MM, serta didampingi oleh pembimbing aktualisasi, Bambang Sugeng Santoso, M.Si.
Proyek ATB dirintis sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi pemrograman siswa kelas IX Multimedia melalui pendekatan Project-Based Learning. Dengan menggabungkan sensor ultrasonik HC-SR04, servo motor, dan modul suara DFPlayer Mini, ATB mampu membuka tutup secara otomatis ketika mendeteksi objek, sekaligus memberikan pesan edukatif, “Terima kasih telah membuang sampah pada tempatnya.” Empat kelompok siswa menghasilkan prototipe ATB dengan variasi fitur seperti buzzer, LCD I2C, dan output suara edukatif. Seluruh prototipe dinilai berfungsi sangat baik, tersusun rapi, dan menunjukkan kreativitas tinggi.
Hasil pembelajaran menunjukkan dampak yang signifikan. Literasi pemrograman siswa meningkat sebesar 26,56%, dari nilai pre-test 48,81% menjadi 75,37% pada post-test. Kategori pemahaman siswa naik dari rendah menjadi sedang, sementara tingkat partisipasi pembelajaran mencapai 97,35%, menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Kemampuan praktik siswa—mulai dari penulisan kode, uji sensor, hingga penyusunan rangkaian—mendapatkan skor 3,71 (sangat baik), dan kualitas produk mencapai rata-rata 3,75 (sangat baik). Selain itu, 89,2% siswa menilai pembelajaran menyenangkan dan ingin membuat proyek serupa, sementara guru sejawat memberikan respon 100% positif, sekaligus menilai proyek ini mendukung program Adiwiyata karena berorientasi pada pembiasaan peduli lingkungan.
Selama pelaksanaan aktualisasi, Rizqi berhasil mengimplementasikan nilai ASN BerAKHLAK melalui pembelajaran yang kompeten, adaptif terhadap teknologi, kolaboratif dengan guru sejawat dan siswa, serta berorientasi pelayanan dengan menghadirkan produk yang memberi manfaat langsung bagi madrasah. Melihat kualitas dan potensi pemanfaatannya, baik penguji maupun coach memberikan apresiasi tinggi dan mendorong agar hasil inovasi Automatic Trash Bin ini diajukan untuk dipatenkan.
BDK Surabaya mengapresiasi proyek ATB sebagai wujud nyata inovasi pembelajaran yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Inovasi ini membuktikan bahwa kreativitas, teknologi, dan semangat riset dapat berkembang melalui proses aktualisasi, sekaligus menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan lainnya untuk terus berinovasi dan menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Penulis: Alia