
Surabaya — Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola kinerja dan profesionalisme widyaiswara. Kamis (29/1/2026), seluruh widyaiswara BDK Surabaya mengikuti kegiatan sosialisasi pengajuan Angka Kredit (PAK) dan pengelolaan e-Kinerja widyaiswara yang digelar secara internal.
Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk menyamakan pemahaman sekaligus memperbarui wawasan terkait kebijakan terbaru, khususnya pengajuan PAK Tahun 2025 dan bimbingan teknis pengisian e-Kinerja Tahun 2026. Dua isu tersebut dinilai krusial karena berkaitan langsung dengan pengembangan karier, penilaian kinerja, serta akuntabilitas profesi widyaiswara.
Koordinator Widyaiswara BDK Surabaya, Makmun Hidayat, hadir sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, Makmun menekankan pentingnya ketepatan administrasi, konsistensi pelaporan, dan pemahaman regulasi dalam proses pengajuan angka kredit. Menurutnya, kesalahan kecil dalam pengisian dokumen dapat berdampak besar pada proses penilaian.
“PAK dan e-Kinerja bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi instrumen penting untuk menjaga profesionalitas dan kredibilitas widyaiswara. Karena itu, pemahaman yang utuh dan seragam menjadi kunci,” ujarnya.
Selain membahas teknis pengajuan PAK, sosialisasi ini juga diisi dengan bimbingan pengisian e-Kinerja 2026 secara praktis. Peserta diajak menelusuri tahapan pengisian, pemetaan kinerja, hingga strategi penyusunan rencana aksi yang selaras dengan tugas dan fungsi widyaiswara.
Antusiasme peserta terlihat dari diskusi aktif dan berbagai pertanyaan yang muncul selama sesi berlangsung. Banyak widyaiswara memanfaatkan forum ini untuk mengklarifikasi kendala yang selama ini dihadapi dalam pengelolaan kinerja digital.
Melalui kegiatan ini, BDK Surabaya berharap seluruh widyaiswara memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi sistem penilaian kinerja yang semakin akuntabel dan berbasis digital. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BDK Surabaya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia pendidikan dan pelatihan keagamaan di tingkat nasional.
Penulis: Mutia