
Surabaya — Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya terus memperkuat tata kelola kinerja aparatur sipil negara melalui Pendampingan Akhir Pengisian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) pada aplikasi e-Kinerja BKN. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (29/1/2026) dan diikuti oleh seluruh pegawai BDK Surabaya.
Pendampingan diselenggarakan secara terstruktur dan dibagi ke dalam tiga sesi guna memastikan proses pengisian berjalan optimal, efektif, dan sesuai dengan ketentuan terbaru. Setiap sesi dirancang agar pegawai memperoleh pendampingan intensif, sekaligus ruang konsultasi langsung terhadap kendala teknis maupun substantif dalam penyusunan SKP.
Kegiatan dipandu oleh Aziz Fuadi yang secara langsung mengarahkan seluruh peserta dalam penyusunan Rencana Hasil Kerja (RHK) Tahun 2026 melalui aplikasi e-Kinerja milik Badan Kepegawaian Negara (BKN). Pendampingan tidak hanya berfokus pada aspek teknis pengisian, tetapi juga pada pemahaman substansi kinerja agar selaras dengan tugas, fungsi, dan target organisasi.
Dalam pendampingan tersebut, pegawai dibimbing untuk menyusun RHK yang terukur, relevan, dan berorientasi hasil, sehingga SKP yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kontribusi individu terhadap kinerja institusi. Proses ini menjadi tahap krusial dalam memastikan sistem manajemen kinerja ASN berjalan secara akuntabel dan transparan.
Pelaksanaan pendampingan akhir ini menegaskan komitmen BDK Surabaya dalam mendukung implementasi reformasi birokrasi, khususnya pada penguatan sistem penilaian kinerja berbasis digital. Dengan pengisian SKP yang tepat dan berkualitas, diharapkan kinerja pegawai semakin terarah, profesional, serta berdampak nyata terhadap peningkatan layanan pendidikan dan pelatihan keagamaan.
Melalui kegiatan ini, BDK Surabaya optimistis seluruh pegawai siap memasuki tahun kinerja 2026 dengan perencanaan yang matang, terukur, dan sejalan dengan kebijakan nasional pengelolaan kinerja ASN.
Penulis: Mutia